Contoh Proposal Usaha Bisnis Ritel

https://4.bp.blogspot.com/-UbTA075H-no/WsxZNDMyMtI/AAAAAAAABBM/-pGqG61CercGn7jDR2N4KsUvK5zUz8FkwCLcBGAs/s72-c/Proposal%2BUsaha.jpg click to zoom
Ditambahkan April 10, 2018
Kategori Artikel
Harga @ PRODUK MENTEGA BLUE BAND PRODUK MENTEGA BLUE BAND PROPOSAL USAHA RITEL Disusun untuk memenuhi tugas akhir ujian kompetensi keahli...
Share
Hubungi Kami
BELI

Review Contoh Proposal Usaha Bisnis Ritel

@ PRODUK MENTEGA BLUE BAND


PRODUK MENTEGA BLUE BAND

PROPOSAL USAHA RITEL
Disusun untuk memenuhi tugas akhir ujian kompetensi keahlian Pemasaran




Oleh
Yestika Merdekawati
NISN : 9991987169



Contoh Proposal Usaha Bisnis Ritel


JURUSAN PEMASARAN
SMK NEGERI 1 BOYOLANGU TULUNGAGUNG 
JL Ki Mangunsarkoro VI/3 Telp (0355) 323024, Fax. 321790 Po Box 107 KP 66233
Website : www. smkn1.boyolangu. sch. id email : smkn1boyolangu ad yahoo.co. id
Tahun Ajaran 2017/2018



KATA PENGANTAR


Puji syukur Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat dan Hidayat-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan proposal ini yang berjudul PRODUK MENTEGA BLUE BAND
Produk ini  merupakan produk Mentega. Saya memilih produk ini karena banyaknya konsumen yang menggunakan produk ini pada saat lebaran.

Harapan saya dengan membuat proposal  ini yaitu untuk memudahkan konsumen dalam mencari produk yang diinginkan, khususnya semua orang yang terlibat dalam kegiatan ini. Tak lepas saya ucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dan membimbing dalam menyelesaikan proposal ini. Adapun pihak-pihak tersebut antara lain
1. Rofiq Suyudi, M.pd selaku kepala  SMKN 1 Boyolangu
2. Retno Widyastuti, S.pd selaku ketua jurusan pemasaran
3. Nafi’ ah Yunari, S.pd selaku wali kelas XII pemasaran 2
4. Agung Yulianto, S.pd selaku pembimbing
5. Orang tua yang telah memberikan dukungan baik moral maupun spiritual
6. Semua teman-teman yang telah mendukung dalam pembuatan proposal ini

Saya sadari proposal ini masih banyak kekurangan karena pengetahuan yang saya  miliki masih kurang . oleh karena itu, saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kesempurnaan proposal ini. Semoga proposal ini dapat menjadi jembatan emas menuju kesuksesan.






Tulungagung, 26 Februari 2018
Penyusun 

Yestika Merdekawati





BAB I
PENDAHULUAN


A. LATAR BELAKANG
Banyak orang-orang pada saat lebaran yang membeli banyak makanan ringan sebagai hidangan yang disajikan kepada tamu yang datang untuk berkunjung kerumah. Salah satu makanan yang dari dulu sampai sekarang selalu dibeli konsumen adalah produk makanan kue kering. Konsumen yang praktis akan memilih membeli produk kue di toko daripada membuatnya sendiri.

Namun kenyataannya masih banyak orang yang memilih membuat kue itu sendiri karena kebersihan dan kesehatan yang terjamin dan sebagian orang memilih membuat kue itu sendiri karena untuk mengisi waktu luang pada bulan puasa ataupun sekedar hobi. Salah satu bahan pembuatan kue itu sendiri adalah Mentega. Banyaknya produk mentega akan membingungkan konsumen untuk memilih produk mana yang nantinya digunakan sebagai bahan pembuatan kue tersebut.

Alasan mengapa saya memilih produk mentega Blue Band ini yaitu untuk meningkatkan jumlah omset penjualan serta meyakinkan konsumen untuk memilih produk ini karena memiliki banyak kandungan nutrisi. Mentega Blu Band mengandung energi sebesar 725 kilokalori, protein 0,5 gram, karbohidrat 1,4 gram, lemak 81,6 gram, kalsium 15 miligram, fosfor 16 miligram, dan zat besi 1 miligram.  Selain itu di dalam Mentega juga terkandung vitamin A sebanyak 3300 IU, vitamin B1 0 miligram dan vitamin C 0 miligram. Sehingga produk ini sangat baik untuk dikonsumsi.

B. RUMUSAN MASALAH
• Bagaimana Analisa peluang usaha terhadap produk  Mentega Blue Band ?
• Bagaimana Marketing Mix terhadap produk  Mentega Blue Band ?
• Bagaiman Perhitungan modal dan harga jual ?
• Bagaimana Perhitungan laba/ rugi ?
• Bagaiman Analisa Keuntungan terhadap produk  mentega Blue Band ?

C. VISI USAHA
Menjadikan mentega sebagai bahan pembuatan makanan dengan harga yang terjangkau dan mudah dicari konsumen

D. MISI USAHA
• Memenuhi kebutuhan konsumen
• Meningkatkan frekuensi konsumsi konsumen
• Memudahkan konsumen dalam mencari produk





BAB II
PEMBAHASAN


A. ANALISA PELUANG USAHA
Pengertian analisis SWOT menurut Philip Kotler adalah evaluasi terhadap semua kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman, yang terdapat pada individu atau organisasi.

Strength ( Kekuatan )
Analisis terhadap unsur kekuatan yang dimiliki oleh perusahaan. Misalnya saja menganalisis tentang kelebihan apa saja yang dimiliki perusahaan seperti dari segi teknologi, kualitas hasil produksi, lokasi strategis atau unsur kekuatan lainnya yang lebih menekankan pada keunggulan perusahaan.
Dari pengertian diatas maka kekuatan Mentega Blue Band yaitu:
- Produk ini mudah dicari karena sudah tersebar dimana-mana
- Memiliki banyak kandungan nutrisi yang baik untuk pertumbuhan

Weakness ( Kelemahan )
Selain melihat unsur kekuatan perusahaan, sangat penting untuk mengetahui apa kelemahan yang dimiliki perusahaan. Untuk mengetahui kelemahan perusahaan bisa dengan melakukan perbandingan dengan pesaing seperti apa yang dimiliki perusahaan lain namun tidak dimiliki perusahaan Anda.
Jadi, kelemahan produk ini adalah :
- Mentega hanya digunakan pada makanan tertentu
- Tidak baik dikonsumsi oleh konsumen yang memiliki kolesterol, karena mengandung lemak jahat.

Opportunity ( Peluang )
Unsur peluang biasanya dibuat pada saat awal membangun bisnis. Ini karena bisnis dibentuk berdasarkan peluang atau kesempatan untuk menghasilkan keuntungan.
Peluang produk ini :
- Pada saat lebaran , banyaknya konsumen yang membuat kue menggunakan bahan dasar mentega. Oleh karena itu, omset penjualan nantinya dapat meningkat.

Threats ( Ancaman )
Analisis terhadap unsur ancaman sangat penting karena menentukan apakah bisnis dapat bertahan atau tidak. Yang termasuk unsur ancaman yaitu seperti banyaknya pesaing, ketersediaan sumber daya, jangka waktu minat konsumen dan lainnya.
Berdasarkan pengertian diatas , menurut saya ancaman produk ini adalah :
- Banyaknya pesaing
- Tidak semua konsumen menyukai atau bahkan menggunakan mentega.


B. MARKETING MIX
Sumarmi dan Soeprihanto (2010:274) menjelaskan, “Marketing mix adalah kombinasi dari variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran yaitu produk, harga, promosi, dan distribusi. Dengan kata lain marketing mix  adalah kumpulan dari variabel yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk dapat mempengaruhi tanggapan konsumen”.

Product ( Produk )
Menurut Sumarni dan Soeprihanto (2010:274), “Produk adalah setiap apa saja yang bisa ditawarkan di pasar untuk mendapatkan perhatian, permintaan, pemakaian atau konsumsi yang dapat memenuhi keinginan atau kebutuhan”. Produk tidak hanya selalu berupa barang tetapi bisa juga berupa jasa ataupun gabungan dari keduanya (barang dan jasa).
Saya memilih produk unggulan Mentega Blue Band untuk dipasarkan kepada konsumen. Produk ini memiliki banyak kandungan gizi dan nutrisi yang baik untuk dikosumsi.

Price ( Harga )
Menurut Sumarni dan Soeprihanto (2010:281) harga adalah, “Jumlah uang (ditambah beberapa produk kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya”. Setelah produk yang diproduksi siap untuk dipasarkan, maka perusahaan akan menentukan harga dari produk tersebut.
Dalam menentukan harga produk terdapat 4 metode yang dapat digunakan seorang wirausaha antara lain : metode penetapan harga berdasarkan biaya, metode penetapan harga berdasarkan permintaan, metode penetapan harga berdasarkan persaingan.
Berdasarkan penjelasan tersebut saya memilih memberikan diskon terhadap produk Mentega Blue Band. Sehingga penetapan harga dibawah harga jual pada umumnya.

Place ( Tempat )
Tempat dalam marketing mix biasa disebut dengan saluran distribusi, saluran dimana produk tersebut sampai kepada konsumen. Definisi dari Sumarni dan Soeprihanto (2010:288) tentang saluran distribusi adalah, “Saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan produk tersebut dari produsen sampai ke konsumen atau industri pemakai”. Saya menjual produk tersebut di toko-toko atau di swalayan terdekat.

Promotion ( Promosi )
Menurut Tjiptono (2008:219), pada hakikatnya promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran. Yang dimaksud dengan komunikasi pemasaran adalah aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk, dan/atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan. Produk ini saya promosikan melalui media online dan secara langsung kepada konsumen.


C. PERHITUNGAN MODAL DAN HARGA JUAL
HPP = 5 x Rp 5.100
= Rp 25.500


Harga jual = HPP + ( 15% x HPP )
= Rp 25.500 + ( 15% x Rp 25.500 )
= Rp 25.500 + Rp 3.825
= Rp 29.325 => Rp 29.300

Harga jual per unit = Rp 29.300 : 5
= Rp 5.860 => Rp 6.000
Sumber pembiayaan
Dari dana pribadi

Penggunaan dana
Pembelian Produk = 5 x Rp 5.100
       = Rp 25.500

Penetapan harga jual
Rp 6.000 disc 6 % = Rp 5.640 => Rp 5.600


D. PERHITUNGAN LABA/ RUGI
Sebelum diskon
Jumlah pendapatan = 5 x Rp 6.000 = Rp 30.000
Jumlah pengeluaran = 5 x Rp 5.100 = Rp 25.500
   Rp   4.500

Setelah diskon
Jumlah pendapatan = 5 x Rp 5.600 = Rp 28.000
Jumlah pengeluaran = 5 x Rp 5.100 = Rp 25.500
   Rp   2.500

E. ANALISA KEUNTUNGAN
Setelah adanya diskon dengan menjual 5 bungkus produk Mentega Blue Band dengan pembelian awal sebesar Rp 25.500 saya memperoleh pendapatan sebesar Rp 28.000 per 5 bungkus. Sehingga laba bersih yang saya terima yaitu Rp 2.500 per 5 bungkus atau    Rp 500 per bungkus.
Jika produk ini dalam sehari terjual 30 bungkus, maka kentungan yang saya dapat yaitu Rp 15.000 dan apabila dalam sebulan maka keuntungan yang saya dapat Rp 450.000  per 900 bungkus.






BAB III
PENUTUP


A. KESIMPULAN
• Analisa peluang usaha produk Mentega Blue Band dianalisis menggunakan SWOT yang dapat meningkatkan omset penjual serta membantu konsumen dalam memenuhi kebutuhannya terhadap produk ini.
• Produk mentega Blue Band ini dijual dan dipasarkan ditoko dan swalayan juga menggunakan media online. Serta menggunakan metode penetapan harga berbasis permintaan.
• Harga jual produk ini adalah Rp 6.000 per unit dan saya menetapkan harga produk ini dengan diskon 6% dari harga jual yaitu Rp 5.600 per unit.
• Diperoleh dari harga jual sebelum diskon yaitu Rp 4.500 per 5 bungkus atau Rp 900 per bungkus. Setelah diskon 5% diperoleh laba Rp 2.500 per 5 bungkus atau Rp 500 per bungkus.


B. SARAN
• Dalam menambah omset penjualan, kita bisa memberikan diskon terhadap produk yang ditawarkan kepada konsumen.
• Menjamin kualitas produk yang dijual agar konsumen tetap menggunakan produk yang ditawarkan.
• Memperhatikan penyimpanan produk ini agar tidak mudah rusak dengan menggunakan metode FIFO. Jangan lupa gunakan sebuah aplikasi kasir untuk membantu adminitrasi transaksi anda




DAFTAR PUSTAKA


Alma, Buchari. 2005. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Bandung: Alfabeta
Kotler, Philip dan Gary Armstrong. 1997. Dasar-Dasar Pemasaran. Jilid 1.
Alih Bahasa: Alexander Sindoro. Jakarta: Prenhallindo
Sumarni, Murti dan John Soeprihanto. 2010. Pengantar Bisnis (Dasar-dasar Ekonomi Perusahaan). Edisi ke 5. Yogyakarta: Liberty Yogyakarta
Tjiptono, Fandy. 2008. Strategi Pemasaran. Edisi ke 3. Yogyakarta: Andi